
Ensiklopedia ini berisi gambaran kontemporer pengetahuan medis dari dunia Islam abad pertengahan yang dipengaruhi dari tradisi-tradisi pengobatan Yunani-Romawi, Persia, dan India.
Selama berabad-abad buku ini dijadikan standar rujukan dalam dunia kedokteran hingga abad ke-18 di Eropa. Pada abad ke-17, buku ini pernah dijadikan sebagai buku teks kedokteran di Sekolah Tinggi Kedokteran Montpellier dan Louvin.
Ibnu Sina mulai menulis ensiklopedianya di Gorganj, sebuah distrik kuno di utara Turkmenistan. Kemudian dia melanjutkannya di Rey dan menuntaskannya di Hamadan, Iran, pada tahun 1025 M.
Salah satu pembahasan di dalam buku Qanun fi ath-Thibb yang penerangannya masih digunakan hingga abad ke-19 M adalah neurastenia, sebuah istilah yang dipakai untuk mendefinisikan kondisi melemahnya saraf.
Tidak hanya itu, Ibnu Sina juga mendeskripsikan pentingnya sterilisasi dengan cara pembersihan luka sebelum melakukan metode pembedahan.
Kedalaman ilmu Ibnu Sina begitu terlihat dalam buku ini sebab ia tidak hanya menjelaskan istilah-istilah yang rumit dengan keterangan-keterangan belaka, tetapi juga menyertakan gambar dan sketsa.
[Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1550222325137975&set=a.108606905966198&type=3]
Comments
Post a Comment