IMAM SYADZILI, PENDIRI TAREKAT SYADZILIYYAH YANG GARIS KETURUNANNYA BERSAMBUNG HINGGA RASULULLAH SAW

Image may contain: one or more people, text that says "TuROS KhazanahP Syekh Abu al-Hasan asy-Syadzili ra. (1197-1258) adalah ahli hikmah, memiliki keahlian menyusun bait syair dan prosa, serta berada di maqam yang tinggi. Nasabnya bersambung hingga ke Nabi Muhammad saw. la merupakan pendiri Tarekat Syadziliyyah, salah satu tarekat sufi terkemuka di dunia."
Syekh Abu al-Hasan asy-Syadzili ra. (1197-1258) adalah pendiri Tarekat Syadziliyyah. Ibnu Mulqan dalam kitabnya Thabaqat al-Auliya’ mengemukakan bahwa nasabnya sampai pada al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib ra, cucu Rasulullah saw.

Imam Syadzili adalah ahli hikmah, memiliki keahlian menyusun bait syair dan prosa, serta berada di maqam yang tinggi.

Imam Syadzili berguru kepada Ibnu Masyisy dan Abu Sa’id al-Baji untuk menyempurnakan ilmunya. Guna mencapai hal itu, ia rela menempuh perjalanan dari Maghrib, Maroko menuju Iskandariyah, Mesir.

Dari Syekh Abdussalam bin Masyisy al-Hasani, Imam Syadzili menerima banyak ilmu yang mampu menghantarkannya untuk dekat dengan Allah swt. Namun, yang terpenting adalah ijazah serta bai’at sebuah tarekat yang rantai silsilahnya menyambung hingga ke hadirat Allah swt.

Setelah merasa cukup, Syekh Abdussalam bin Masyisy al-Hasani menghimbau Imam Syadzili untuk menetap di Syadzilah, Tunisia hingga akhirnya terkenal dengan julukan asy-Syadzili.

Namun, karena fitnah yang dilancarkan Ibnul Baro’, seorang kadi agama yang tidak menyukainya, akhirnya ia pindah ke Alexandria, Mesir pada tahun 624 H/1227 M.

Setibanya di Kota Alexandria ia langsung berdakwah dan menyebarkan ajarannya. Dalam waktu singkat, pengajian beliau dibanjiri oleh banyak masyarakat dari berbagai kalangan.

Tidak hanya itu, karena merasa kagum dengan apa yang ia sampaikan, banyak dari mereka yang berbai’at dan menyatakan diri sebagai muridnya.

Seiring berlalunya waktu, murid Imam Syadzili bertambah banyak sehingga tarekat yang ia sebarkan pun semakin berkibar. Hal ini tidak terlepas dari ajaran tarekat yang tidak terlalu memberatkan pengikutnya dengan amalan-amalan untuk sampai ke hadirat Allah swt.

Hingga akhirnya para pengikutnya mengenal tarekat tersebut dengan sebutan Tarekat Syadziliyyah yang dinisbatkan kepada Imam Syadzili.

Syekh Abu al-Hasan asy-Syadzili ra. wafat di padang pasir Aidzab ketika dalam perjalanan hendak melaksanakan ibadah haji. Beliau dimakamkan di sana pada awal bulan Dzul Qa’dah tahun 656 H/1258 M.

Comments