BAGAIMANA STATUS PENDUDUK YANG TEMPATNYA TERKENA WABAH TAUN? BEGINI PENJELASAN IMAM SYAFI’I

Image may contain: 1 person, text that says "TuROS Khazanah Pustaka (Imam Syafi'i, Pendiri Mazhab Syafi' (767-819 M) Apabila seseorang berada di suatu tempat yang yang taun taun menyebar luas di sana, maka status semua orang yang bermukim di daerah itu adalah seperti orang yang mengalami penyakit mengkhawatirkan, walaupun dia tidak terkena taun. ""
Imam al-Haramain Abdul Malik bin Abdullah al-Juwaini (w. 478 H) dalam kitab karyanya yang berjudul Nihâyah al-Mathlab fî Dirâyah al-Madzhab yang dianggap sebagai kitab paling luas yang membahas cabang-cabang mazhab Syafi'i menulis sebagai berikut tentang Taun:

Imam asy-Syafi'i menaskan bahwa apabila seseorang berada di suatu tempat yang taun menyebar luas di sana, maka status semua orang yang bermukim di daerah itu adalah seperti orang yang mengalami penyakit mengkhawatirkan, walaupun dia tidak terkena taun.

Pendapat ini dinyatakan sahih oleh ar-Rafi'i dan an-Nawawi. Terkait hal ini Ibnu Hajar al-Asqalani menulis:

Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ulama Irak, dan pernyataan al-Bandaniji berasal dari mereka, setelah dia menceritakan pernyataan Imam asy-Syafi'i—semoga Allah swt. merahmati beliau—bahwa taun adalah penyakit mengkhawatirkan sampai ia menghilang.

Maksudnya, ketika seseorang terserang taun, maka dia dinyatakan mengalami penyakit mengkhawatirkan sampai sembuh.

Perbedaan pendapat dalam hal ini sebanding dengan perbedaan pendapat menyangkut orang yang berhadapan dengan singa atau orang yang rumahnya kebakaran.

Ketika singa atau api sudah mengenai sebagian dari tubuhnya, maka dia dinyatakan sedang dalam kondisi mengkhawatirkan. Namun sebelum singa menerkam atau api melahap, status kekhawatirannya diperselisihkan.

Comments